Senin, 29 Desember 2014

Untuk Nama Terakhir

sesaat yang lalu merubah setiap waktu
membuatku terbiasa menatap hari-harimu
hari disaat yang biasa dalam diam
atau disaat kembali berbicara tentang bulan

itulah awal sebuah pertemuan
pada malam ketika kita berjalan
pada pagi ketika masih bersama
dan pada awal yang tidak menjadi akhir

tak pernah ada sebuah duri yang melukai
hanya merawat mawar merah tanpa sisi tajamnya
memekarkan beberapa helaian katup-katup kecil
meskipun sang lebah sudah beranjak dari mawarnya

entah itu singkat atau lama pasti akan berakhir
dan seperti riwayat sebuah diskusi adalah diam
maka, diamlah dan berbicaralah seperti perasaan yang awal


                                Desember 2014                              
 -affrizal andifahmi-