Baiknya kalau malam hari di isi dengan hal yang menenangkan. Meskipun sampai malam dan menjelang pagi gak masalah yang penting di temani kopi. Ada kopi juga di temani teman sehati, setidaknya biar sewaktu mengopi gak cuma ngomong dalam hati, tapi juga ada yang mendengarkan dan di ajak berbagi.
Ngopi identik dengan malam hari “entah itu apa namanya yang jelas saat matahari sudah di ganti dengan yang petang dan gelap”. Tetapi juga bisa dilakukan di setiap waktu. Tujuannya juga sederhana hanya untuk mencari ketenangan bersama, entah dari pembahasan, perbincangan, debat, bercandaan, sampai ke curhatan. Tapi juga disesuaikan dengan pribadi tiap individunya, berarti atau mempunyai arti apa ngopi itu.
Banyak tempat untuk melaksanakan kegiatan “ngopi”. Gak cuma di tempat nongkrong seperti cafe, warung, kedai, pusat jajanan rakyat, pusat keramaian. Tapi jua di tempat-tempat yang gak terduga. Seperti rumah contohnya, banyak dari kalangan bapak-bapak ngopi di rumah sambil di buatkan oleh istri tercinta.hehehe.. Selalu terkesan dengan tempat untuk menyeduh secangkir air pekat hitam ini. Paling terkesan saat menyeduhnya di atas dataran tinggi. Puncak gunung contohnya. Di temani matahari pagi dan kabut yang mulai merambat turun, di satuan meter di atas permukaan laut (mdpl) menambah cita rasa baru dalam bercengkrama.
Tanpa sadar ngopi telah menjadi media universal, agenda hidup, atau refresing singkat yang dilakukan oleh semua kalangan dengan caranya masing-masing. Dimana pun tempatnya jadilah bermanfaat dengan hal ini. Bukan tempat yang populer dan sebagainya, tapi tempat yang memberikan kenyaman. Dan dimanapun tempatnya, kalau sudah niat untuk meniup dan menyeduh kopi, itu namanya ngopi.. Jadi, ngopi ya ngopi di antabrata manapun tempatnya buatlah sisa kopimu.