kupaksa tegak saat ingin tertunduk.
karena di depan ku bukan gelap,
tapi terang !
Juli 2015
-affrizal andifahmi-
Selasa, 25 April 2017
Jumat, 21 April 2017
Kamis, 03 Desember 2015
Mendengar Senyum
Berbisik lah saat gurau terdengar seperti memilukan
tanpa tau suara yang bukan terucap dari lisan
akan aku dengar meskipun lirih
meskipun kau sedang perih
Senyummu yang melengkung tidak sesuai dengan arahnya
seperti pelangi yang tidak melengkung sesuai dengan takdirnya
Bayangkan jika hal itu tertata rapi layaknya potret malam ini
semampu merapikan senyum sang putri
dan semesta pun tau akan ada dua merpati yang sedang tersenyum melihat itu terjadi...
tanpa tau suara yang bukan terucap dari lisan
akan aku dengar meskipun lirih
meskipun kau sedang perih
Senyummu yang melengkung tidak sesuai dengan arahnya
seperti pelangi yang tidak melengkung sesuai dengan takdirnya
Bayangkan jika hal itu tertata rapi layaknya potret malam ini
semampu merapikan senyum sang putri
dan semesta pun tau akan ada dua merpati yang sedang tersenyum melihat itu terjadi...
Desember 2015
-affrizal andifahmi-
Kamis, 29 Oktober 2015
Semoga Langit Malam Menunda Pagi
Dalam sekejap terurai raut muka bahkan sampai kepandangan mata
Sungguh jauh saat di tatap, tetapi dekat saat di rasa
Ya, mungkin hanya diri yang tak tahu diri ini yang hanya merasa
Seakan malam beserta kawanannya bak pengantar ucapan yang bisu
Aku membisu di perapian ku
Tanpa bersuara dan mengucap untuk menjelaskan
Tanpa apa pun itu.. Aku hanya bisa melakukan
Melakukan untuk menjelaskan. Menjelaskan hal penting. Hal penting bagiku !
Memang benar malam peneman tanpa syarat
Pelaku dalam setiap tulisan tentang padang rumput yang hanya menerima satu bunga
Semoga bunga, semoga bersedia, semoga tinggal dan semoga mekar
Berdoa. Semoga doa menemani untuk terlelap
Menyelimuti setiap jengkal tubuhnya
Menjadi sayap mengantarkannya terbang
Beriringan masuk ke dalam ladang mimpinya
Menjaga senyum dalam kehidupannya
Sehingga semoga langit malam menunda kehadiran pagi
Tunda lah agar aku tetap menulis tentang semua perumpamaan yang nyata, perjumpaan tanpa akhir dan langkah awal malam untuk membersamakan doa-doa ku... Kita.
Sungguh jauh saat di tatap, tetapi dekat saat di rasa
Ya, mungkin hanya diri yang tak tahu diri ini yang hanya merasa
Seakan malam beserta kawanannya bak pengantar ucapan yang bisu
Aku membisu di perapian ku
Tanpa bersuara dan mengucap untuk menjelaskan
Tanpa apa pun itu.. Aku hanya bisa melakukan
Melakukan untuk menjelaskan. Menjelaskan hal penting. Hal penting bagiku !
Memang benar malam peneman tanpa syarat
Pelaku dalam setiap tulisan tentang padang rumput yang hanya menerima satu bunga
Semoga bunga, semoga bersedia, semoga tinggal dan semoga mekar
Berdoa. Semoga doa menemani untuk terlelap
Menyelimuti setiap jengkal tubuhnya
Menjadi sayap mengantarkannya terbang
Beriringan masuk ke dalam ladang mimpinya
Menjaga senyum dalam kehidupannya
Sehingga semoga langit malam menunda kehadiran pagi
Tunda lah agar aku tetap menulis tentang semua perumpamaan yang nyata, perjumpaan tanpa akhir dan langkah awal malam untuk membersamakan doa-doa ku... Kita.
Oktober 2015
-affrizal andifahmi-
Rabu, 03 Juni 2015
bagaimana jika senja mulai merapat ke dermaga
saat matahari perlahan beranjak ke tempat tidurnya di arah barat
bagaimana jika sinar purnama mulai berkombinasi dengan bintang
saat bulan telah menampakkan sedikit cahaya manisnya
dan bagaimana jika hembusan alam menjadi tak tenang
saat angin laut menerpa pantai dan membawa ombak
saat langit sudah tak jingga lagi
saat sang surya mendekap di pundak sang samudra
saat itu aku menyederhanakan salam
untuk berbagi ketenangan dalam keindahan
saat matahari perlahan beranjak ke tempat tidurnya di arah barat
bagaimana jika sinar purnama mulai berkombinasi dengan bintang
saat bulan telah menampakkan sedikit cahaya manisnya
dan bagaimana jika hembusan alam menjadi tak tenang
saat angin laut menerpa pantai dan membawa ombak
saat langit sudah tak jingga lagi
saat sang surya mendekap di pundak sang samudra
saat itu aku menyederhanakan salam
untuk berbagi ketenangan dalam keindahan
Juni 2015
-affrizal andifahmi-
Selasa, 02 Juni 2015
Tempat Secangkir Kopi mu
Baiknya kalau malam hari di isi dengan hal yang menenangkan. Meskipun sampai malam dan menjelang pagi gak masalah yang penting di temani kopi. Ada kopi juga di temani teman sehati, setidaknya biar sewaktu mengopi gak cuma ngomong dalam hati, tapi juga ada yang mendengarkan dan di ajak berbagi.
Ngopi identik dengan malam hari “entah itu apa namanya yang jelas saat matahari sudah di ganti dengan yang petang dan gelap”. Tetapi juga bisa dilakukan di setiap waktu. Tujuannya juga sederhana hanya untuk mencari ketenangan bersama, entah dari pembahasan, perbincangan, debat, bercandaan, sampai ke curhatan. Tapi juga disesuaikan dengan pribadi tiap individunya, berarti atau mempunyai arti apa ngopi itu.
Banyak tempat untuk melaksanakan kegiatan “ngopi”. Gak cuma di tempat nongkrong seperti cafe, warung, kedai, pusat jajanan rakyat, pusat keramaian. Tapi jua di tempat-tempat yang gak terduga. Seperti rumah contohnya, banyak dari kalangan bapak-bapak ngopi di rumah sambil di buatkan oleh istri tercinta.hehehe.. Selalu terkesan dengan tempat untuk menyeduh secangkir air pekat hitam ini. Paling terkesan saat menyeduhnya di atas dataran tinggi. Puncak gunung contohnya. Di temani matahari pagi dan kabut yang mulai merambat turun, di satuan meter di atas permukaan laut (mdpl) menambah cita rasa baru dalam bercengkrama.
Tanpa sadar ngopi telah menjadi media universal, agenda hidup, atau refresing singkat yang dilakukan oleh semua kalangan dengan caranya masing-masing. Dimana pun tempatnya jadilah bermanfaat dengan hal ini. Bukan tempat yang populer dan sebagainya, tapi tempat yang memberikan kenyaman. Dan dimanapun tempatnya, kalau sudah niat untuk meniup dan menyeduh kopi, itu namanya ngopi.. Jadi, ngopi ya ngopi di antabrata manapun tempatnya buatlah sisa kopimu.
Juni 2015
-affrizal andifahmi-
Langganan:
Postingan (Atom)