Kehidupanmu adalah pengalamanmu.
November 2015
-affrizal andifahmi-
Selasa, 25 April 2017
Jumat, 21 April 2017
Kamis, 03 Desember 2015
Mendengar Senyum
Berbisik lah saat gurau terdengar seperti memilukan
tanpa tau suara yang bukan terucap dari lisan
akan aku dengar meskipun lirih
meskipun kau sedang perih
Senyummu yang melengkung tidak sesuai dengan arahnya
seperti pelangi yang tidak melengkung sesuai dengan takdirnya
Bayangkan jika hal itu tertata rapi layaknya potret malam ini
semampu merapikan senyum sang putri
dan semesta pun tau akan ada dua merpati yang sedang tersenyum melihat itu terjadi...
tanpa tau suara yang bukan terucap dari lisan
akan aku dengar meskipun lirih
meskipun kau sedang perih
Senyummu yang melengkung tidak sesuai dengan arahnya
seperti pelangi yang tidak melengkung sesuai dengan takdirnya
Bayangkan jika hal itu tertata rapi layaknya potret malam ini
semampu merapikan senyum sang putri
dan semesta pun tau akan ada dua merpati yang sedang tersenyum melihat itu terjadi...
Desember 2015
-affrizal andifahmi-
Kamis, 29 Oktober 2015
Semoga Langit Malam Menunda Pagi
Dalam sekejap terurai raut muka bahkan sampai kepandangan mata
Sungguh jauh saat di tatap, tetapi dekat saat di rasa
Ya, mungkin hanya diri yang tak tahu diri ini yang hanya merasa
Seakan malam beserta kawanannya bak pengantar ucapan yang bisu
Aku membisu di perapian ku
Tanpa bersuara dan mengucap untuk menjelaskan
Tanpa apa pun itu.. Aku hanya bisa melakukan
Melakukan untuk menjelaskan. Menjelaskan hal penting. Hal penting bagiku !
Memang benar malam peneman tanpa syarat
Pelaku dalam setiap tulisan tentang padang rumput yang hanya menerima satu bunga
Semoga bunga, semoga bersedia, semoga tinggal dan semoga mekar
Berdoa. Semoga doa menemani untuk terlelap
Menyelimuti setiap jengkal tubuhnya
Menjadi sayap mengantarkannya terbang
Beriringan masuk ke dalam ladang mimpinya
Menjaga senyum dalam kehidupannya
Sehingga semoga langit malam menunda kehadiran pagi
Tunda lah agar aku tetap menulis tentang semua perumpamaan yang nyata, perjumpaan tanpa akhir dan langkah awal malam untuk membersamakan doa-doa ku... Kita.
Sungguh jauh saat di tatap, tetapi dekat saat di rasa
Ya, mungkin hanya diri yang tak tahu diri ini yang hanya merasa
Seakan malam beserta kawanannya bak pengantar ucapan yang bisu
Aku membisu di perapian ku
Tanpa bersuara dan mengucap untuk menjelaskan
Tanpa apa pun itu.. Aku hanya bisa melakukan
Melakukan untuk menjelaskan. Menjelaskan hal penting. Hal penting bagiku !
Memang benar malam peneman tanpa syarat
Pelaku dalam setiap tulisan tentang padang rumput yang hanya menerima satu bunga
Semoga bunga, semoga bersedia, semoga tinggal dan semoga mekar
Berdoa. Semoga doa menemani untuk terlelap
Menyelimuti setiap jengkal tubuhnya
Menjadi sayap mengantarkannya terbang
Beriringan masuk ke dalam ladang mimpinya
Menjaga senyum dalam kehidupannya
Sehingga semoga langit malam menunda kehadiran pagi
Tunda lah agar aku tetap menulis tentang semua perumpamaan yang nyata, perjumpaan tanpa akhir dan langkah awal malam untuk membersamakan doa-doa ku... Kita.
Oktober 2015
-affrizal andifahmi-
Langganan:
Postingan (Atom)