ketika sebuah kota gelap tetap gelap
menampakan raut kegelisahannya
dalam udara yang sampai memiliki suara
lihatlah kota-kota malam berjajar
atau membentuk poros lingkaran
Saat itu aku ingin menerangi
menjadi seperti bintang dalam petang
Gelapnya aku cahayakan
agar membentuk titik-titik terindah
dan hanya aku yang menerengkan
Tapi terangkah ?
Sunyinya aku kesankan
agar hidup ceria tertawa lepas
dan hanya aku yang menghidupkan
Tapi hidupkah ?
terkadang..
cahaya juga punya masanya untuk terang
punya masanya untuk terhalang
dan selalu ada masa untuk kota malam
Januari 2015
-affrizal andifahmi-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar